Sumatera Sumbang 30 Persen Ekspor RI

Batam, 5 Mei 2011. Nilai komoditas ekspor Sumatera ternyata cukup tinggi yakni mencapai kisaran 30 persen lebih dari total seluruh ekspor Indonesia. Tahun 2010 lalu, komoditas tertinggi berasal dari sektor non-migas baru disusul sektor migas. Hal ini terungkap dalam lokakarya regional dengan topik Sumatera sebagai pusat Pengembangan ekspor Indonesia di Hotel Novotel, Rabu (4/5).

Acara yang diselenggarakan oleh Maradeka Institute bekerjasama dengan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) serta didukung oleh Kadin Kepri dan PLN Pusat ini menghadirkan Wakil Ketua Komisi XI Bidang Keuangan, Perbankan dan Perencanaan Pembangunan Nasional DPR RI, Harry Azhar Azis. Dalam makalahnya yang merujuk pada data BPS, Harry Azhar menyebutkan bahwa kinerja ekspor Sumatera terus mengalami peningkatan dari waktu ke waktu.

Dalam lima tahun terakhir, share ekspor Sumatera terhadap ekspor nasional mencapai kurang lebih rata-rata 32,86 persen. Hal ini menunjukkan ekspor Sumatera mencapai sepertiga dari total ekspor nasional sehingga wilayah ini patut dijadikan salah satu pusat pengembangan ekspor nasional.

Berbagai upaya yang perlu dilakukan antara lain kebijakan alokasi anggaran langsung pada upaya peningkatan produktifitas seperti permodalan, proses produksi dan pemasaran.

Sementara untuk kebijakan alokasi anggaran tidak langsung, Harry lebih menekankan pada alokasi belanja infrastruktur seperti jalan lintas Sumatera, pelabuhan ekspor regional bertaraf internasional, dan ketercukupan energi listrik.

Tahun 2010 lalu, dari seluruh wilayah Sumatera, Kepri menduduki peringkat ke-2 terbesar setelah Riau dalam hal sumbangannya terhadap total ekspor Sumatera. Hal ini pulalah yang mendorong segera diwujudkannya infrastruktur pendukung.

Beberapa waktu lalu di Batam telah ada wacana untuk mendirikan proyek pelabuhan tersebut, namun akhirnya kandas di proses tender.

“Tahun 2004 lalu Pernah dilakukan tender untuk mendirikan pelabuhan tersebut di Batuampar, namun belum ada yang berhasil,” kata staf Ahli Menko Perekonomian RI, Budhi Santoso yang juga hadir sebagai narasumber dalam lokakarya ini.

Meski begitu, harapan untuk memiliki pelabuhan ekspor internasional belumlah usai.

“Segera akan ada tender baru, dan jika sesuai pelabuhan ini bisa terwujud,” ucapnya.

Sementara dari segi pendanaan, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) yang bertugas mendorong ekspor (menyediakan pembiayaan ekspor nasional) siap memberikan pembiayaan, penjaminan, asuransi dan reasuransi serta jasa konsultasi bagi perkembangan ekspor nasional. (ratna)

Sumber : http://www.batampos.co.id/index.php/2011/05/05/sumatera-sumbang-30-perse...